Skip to content




Pasar

Asia Pasifik

  • Afrika

  • Mesir
  • Afrika
  • (Aljazair, Tunisia, Libya, Maroko, Nigeria, Kenya, Tanzania)
Price Wizard

Membuka harga global di seluruh rantai nilai dan ubah data yang kompleks menjadi wawasan yang jelas.

Price Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Grafik Favorit

Simpan dan akses grafik populer

Ringkasan Produk

Menganalisa perubahan harga berdasarkan produk

Ringkasan Pasar

Menganalisa perubahan harga berdasarkan pasar

Analisa Keuntungan

Memantau harga dan netback

Pemantau Harga

Pantau harga polimer secara global

Stats Wizard

Mengungkap data impor dan ekspor global untuk mempelajari volume dan pola perdagangan.

Stats Wizard

Buat dan simpan grafik Anda sendiri

Gambar

Memahami sekilas mengenai pola perdagangan

Mitra

Menganalisis data mitra dari waktu ke waktu

Pelapor

Menganalisis data reporter dari waktu ke waktu

Seri Data

Membandingkan kuantitas, nilai dan harga

Supply Wizard

Mengikuti pasokan polimer global dan visualisasikan melalui bagan dan tabel interaktif.

Kapasitas Global

Memantau pabrik yang sudah ada dan baru

Berita Produksi

Mengikuti perubahan persediaan berdasarkan pabrik

Gambar

Memahami sekilas mengenai status persediaan

Kapasitas Offline

Mempelajari pemadaman kapasitas

Kapasitas Baru

Mempelajari penambahan kapasitas baru

Penutupan Pabrik

Mempelajari penutupan pabrik permanen

Saldo Persediaan

Menganalisa keseimbangan persediaan dari waktu ke waktu

Opsi Pilihan
Teks :
Kriteria Pencarian :
Teritori/Negara :
Kategori Produk/Produk :
Tipe Berita :
My Favorites:

Tiongkok mengumumkan tarif untuk HDPE AS; India, india menyusul dengan LLDPE

  • 09/04/2025 (17:52)
Menurut laporan media, Komisi Tarif Nasional Tiongkok mengumumkan pada tanggal 5 April bahwa mereka akan mengenakan tarif sebesar 20% untuk semua impor Polietilena Densitas Tinggi (HDPE) dari AS mulai tanggal 1 Mei, dengan alasan "praktik perdagangan yang tidak adil." Langkah tersebut merupakan respons langsung terhadap program tarif AS yang meningkat dan menandai pukulan signifikan bagi eksportir polimer Amerika, terutama mengingat peran utama Tiongkok sebagai konsumen plastik global.

Masih belum jelas apakah Tiongkok akan memasukkan produk PE lainnya termasuk LDPE, LLDPE, dan LLDPE metalosena ke dalam daftar tarifnya atau akan memberikan pengecualian.

Tepat setelah Tiongkok, India, dan Indonesia mengikutinya dengan tarif baru yang menargetkan impor Polietilena Densitas Rendah Linier (LLDPE). India memberlakukan bea masuk mulai dari 12% hingga 15%, sementara Indonesia menetapkan tarif antara 15% dan 18%, yang menambah tekanan lebih lanjut bagi produsen AS yang sangat bergantung pada pasar internasional untuk menyerap kelebihan pasokan.

Berbeda dengan Tiongkok, India dan Indonesia telah memilih LLDPE, bukan HDPE. Tanggal validasinya juga tidak jelas pada saat berita ini ditulis.

Menurut ChemOrbis Stats Wizard, AS mengekspor sekitar 14 juta ton PE pada tahun 2024 dengan HDPE mencapai sekitar 35% darinya sementara LDPE dan LLDPE bersama-sama mencapai 25% dari keseluruhan ekspor PE. Metalosena memiliki pangsa yang jauh lebih besar yaitu 40%, menurut ChemOrbis Stats Wizard.

Produsen PE AS menghadapi tekanan yang semakin besar dari melemahnya permintaan global, turunnya harga monomer, dan menyusutnya pesanan ekspor. Dengan ekspor yang mencapai lebih dari setengah dari total penjualan PE, tarif baru dari pasar utama Asia berisiko memperburuk tingkat persediaan dan memaksa pemangkasan produksi.
Gratis Trial
Login Anggota